Amakusa: Album Kompilasi “Work Together” Mengusir Kejenuhan Musik Mainstream

0
477
Band Heavy Metal, Amakusa di booth Noise Garage.

NOISEGARAGE.ID – Amakusa, band heavy metal asal Kota Depok kini makin dikenal eksistensinya di jagat musik Indonesia. Terlebih setelah band mereka tergabung dalam album kompilasi “Work Together” yang dirilis oleh Rottentanx dan Danis Music Studio dan disponsori Mantap Melangkah Bandung pada 30 September 2018 lalu.

Album kompilasi “Walk Together” sendiri berisikan 10 band pendatang baru  yang dianggap memiliki kualitas di atas rata-rata, salah satunya Amakusa.

Album yang diisi oleh band-band lintas genre itu dirasakan sangat efektif bagi Barry (Vocal), Asep (Bass), Raja (Drum), July (Guitar), Wahyu (Guitar) dan Dira (Keyboard).

Amakusa sendiri memasukan single andalannya “Tigers Eye” pada album kompilasi tersebut. Single yang kental dengan warna metal ala jepang itu berada di track pertama.

Untuk membedahnya lebih dalam, Noise Garage pun berkesempatan untuk menginterview secara ekslusif para personil Amakusa terkait keistimewaan dari album kompilasi “Work Together“. Berikut petikannya:

  •  Apa keistimewaan CD Kompilasi Walk Together menurut Amakusa?

“Gua takjub ya ternyata kreativitas orang-orang tuh luar biasa, warna lagu di kompilasi ini menyajikan perbedaan dengan banyak keunikan di dalamnya. Itu yang buat gua yang awalnya jenuh dengan musik-musik mainstream, terus dengar lagu dari band-band di album kompilasi ini, buat gua ternyata musik tuh masih banyak banget yang bisa dieksplor,” kata vokalis, Berry.

  • Kapasitas sebagai musisi, tergabung di album kompilasi ini ada tantangan tersendiri?  

“Tantangannya yang pasti bagaimana caranya Amakusa bisa memberikan warna tersendiri. Dari banyaknya band dan aliran musik yang disajikan, kita kepengen musik kita hadir memberikan warna yang berbeda, dan gak kalah kreatif dengan sederet band-band luar biasa lainnya di album ini,” jelas bassist, Asep.

  • Respon dari pendengar setelah mengetahui band kalian hadir di kompilasi album ‘Work Together’

“Alhamdulilah, teman-teman sangat mengapresiasi. Antusiasme mereka luar biasa, apalagi setelah mengetahui band kita tergabung dengan album ini. Respon dari mereka macam-macam. Ada yang tiba-tiba ngirim video ke kita lagi berkebun sambil dengerin lagu ‘Tigers Eye’. Ada juga ketika kita lagi manggung, ada penonton yang fasih menyanyikan lagu kita. Luar biasa, ternyata album kompilasi ‘Work Together’ ini efektif didengarkan oleh para penikmatnya,” tutur drumer, Raja.

  • Apa feed back yang dirasakan Amakusa setelah tergabung dengan album kompilasi ‘Work Together’

“Dengan adanya album kompilasi ini kita makin dikenal ya. Yang awalnya teman-teman gak tahu Amakusa itu band seperti apa, kini mereka jadi mengenal,” kata Berry.

“Selain itu, kita juga banyak mendapat masukan dari karya-karya band lain. Akhirnya, kita bisa leluasa untuk berkarya dan yang pastinya memacu kita untuk lebih produktif,” tambahnya.

  • Single Tigers Eye ini sudah di publish di media mana saja? 

“Kebanyakan di publish secara digital, seperti Apple Musik, Spotify, Deezer dan ada belasan kanal streaming musik lainnya,” ungkap Berry.

“Single ‘Tigers Eye’ ini juga sempat jadi salah satu soundtrack di film layar lebar Indonesia tahun 2018, judulnya ‘Love Reborn’. Lagu kita berbarengan dengan Ost utama ‘Akad’ nya Payung Teduh.

Amakusa sendiri pada awalnya dikenal sebagai satu-satunya band yang konsisten mengcover X-Japan (band legendaris Jepang) dalam komutitas Jepang di Indonesia. Band yang terlahir pada tahun 2004 itu pernah membawakan lagu “Art of Life” dari X-Japan dengan durasi 29 menit full song pada Gelar Jepang UI 2009, Honnoukai Star Bandung 2012, dan Institut Kesenian Jakarta Percussion Recital 2017.

Amakusa sudah memiliki fanbase yang kuat terutama di skena J-Indo wilayah Jabodetabek dan bandung, bersamaan dengan komunitas XJAPAN_ID sebagai afiliasi utama Amakusa.

(NGF)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here