Lahir dari Konflik, KON:FLIK:TION Tangguh Berkarya

NOISEGARAGE. ID: Band asal Bandung KON:FLIK:TION tetap konsisten dengan karya-karyanya yang gahar namun tetap disenangi para penggilanya.

Kon:flik:tion adalah nama yang terlahir dari plesetan ‘kata’ yang disingkat dari kepanjangan ‘Conflict in Nation’.

Tentunya nama itu pun lahir dari keresahan yang diamati personel band Kon:flik:tion. Mereka menilai keresahan yang terjadi itu terbentuk dari pola usang berganti kedok, di mana konflik antar masyarakat, isu SARA terjadi di negeri yang beragam.

Band beranggotakan Febby, Rifki, Mbie, Badick dan Baruz ini berpendapat bahwa dimanapun selalu ada bentuk baru penguasaan massa dengan ‘pencucian’ otak.

“Konflik yang selalu ada di negeri ini memicu kami memulai sebuah band,” kata Febby.

Band ini, kata dia, menjadi sarana pemuas dahaga, meluapkan protessebagai sarana pemuas dahaga, hingga meluapkan protes pada sistem yang tidak pernah berpihak melalui musik yang dimainkan.

“Ini sarana kami melepas dahaga dan tempat protes kami melalui musik cadas yang kami mainkan,” kata dia.

Pada Maret 2018, band bergenre Hard Core ini merekam lima lagu di Red Studio untuk debut EP mereka bertajuk ‘Untruthfully Sold’.

“EP ini dirilis dalam bentuk kaset pada 20 April 2018 oleh Never Stop Records,” jelas dia.

Berikut EP ‘Untruthfully Sold’ yang dirilis 2018:
1. Promises Painted Miseries.
2. Rebuilding New Slave.
3. The Poisonous Greed.
4. Die fighting or die for nothing.
5. Untruthfully Sold.

Bonus track:
6. Guilty of Being white ( Minor Threat Cover )
7. Parah ( Puppen Cover )

(NGF)