Enggan Disebut Supergroup, Antiquitas Rilis Single ‘Malam Beranggur Kaca’

NOISEGARAGE: Sebuah grup kolaborasi asal Bandung, Antiquitas resmi melepas single bertajuk ‘Malam Beranggur Kaca’. Di single perdananya tersebut, Antiquitas tidak mengemasnya secara Rock n Roll seperti tradisi kejayaan barat, melainkan dalam kualitas Pop yang cukup dingin.

Malam Beranggur Kaca merupaka lagu yang berangkat dari sebuah kerinduan yang cukup rumit, jenjang rindu dalam memori kematian. Dan bukan suatu kebetulan, ketika lagu tersebut dihadirkan pada hari Kudus, 25 Desember 2018. Malam Beranggur Kaca saat ini sudah dapat dinikmati di spotify.

Antiquitas terdiri dari Bakrie Jethro (Vokal), Luky Bohemians (Gitar), Abah Yuhka (Gitar), Deon Rusliana (Bass) dan Adriana Ilman (Drum). Dalam satu lingkaran, mereka berproses untuk memeras sebuah gagasan yang mengakar pada sastra yang bersayap.

 

 

Menyambung pernyataannya, Antiquitas mengatakan musik adalah sebuah bentuk realitas ke dua dari kegelisahan yang panjang, Bagaimana mengurai sebuah melodramatis kata menjadi sebuah bentuk entitas yang terkunci. Tampaknya ini menjadi suatu usaha yang serius, di saat menghadirkan poetikalisasi musik ke dalam proses melayani sebuah karya.

Enggan disebut sebagai Supergroup, maka istilah ‘kolaborasi’ mereka pilih untuk meletakan unsur-unsur kesetaraan kreativitas individu pada format Band yang terbentuk September lalu ini. Tak hanyaitu, Antiquitas juga menjadi sarana menghela napas dari aktivitas kerja & bermusik masing-masing personil.

Luky adalah seorang gitaris The Bohemians yang sebentar lagi menelurkan album ke tiga, Abah Yuhka sebagai gitaris dari The Wind Cries Mary, Adriana Ilman yang pernah menjadi Drummer saat masih bersama Ginda & The White Flowers, Deon Rusliana sebagai Bassis Nazar, dan Bakrie Jethro mantan personil De Tohtor.

(NG)